Senin, 01 Januari 2018

Mesjid Agung Sultan Sulaiman Tenggarong

adalah masjid terbesar di Tenggarong. Sekarang masjid ini masih dalam tahap modifikasi. Dan mungkin akan terus dimodifikasi. Letak yang sangat strategis, karena terletak di tengah kota dan bersebrangan dengan taman membuat masjid ini banyak menjadi pilihan warga Tenggarong untuk melaksanakan ibadahnya.

Dengan berbagai fasilitas yang disediakan, Masjid Agung Sultan Sulaiman ini sering dijadikan sebagai tempat acara acara penting, seperti tablik akbar sekota, ceramah dai kondang, sampai pelatihan haji.

Creative Park Tenggarong, Kalimantan Timur

Creative park, adalah sebuah taman yang terletak di kawasan Tenggarong Kutai Kartanegara. Bila berangkat dari bandara Balikpapan, anda dapat sampai di Tenggarong dengan menempuh perjalan kurang lebih 3,5 jam. Taman ini  baru saja diresmikan pada bulan Desember tahun 2014 yang lalu
oleh bupati Kutai Kartanegara, Ibu Rita Widyasari. Taman ini dibangun dengan menonjolkan sisi keratifitas dan keunikan. Setiap sorenya pun taman ini ramai dikunjungi para warga dan menjadi salah satu alternatif liburan keluarga.
Pada salah satu sisi taman di bagian sebelah kiri. Anda dapat melihat sebuah wall berwarna hijau
bertuliskan Creative Park dengan tambahan aksen mobil yang tertabrak masuk dalam wall lalu muncullah bagian depan mobil pada sisi wall yang lain. Sehingga mobil tersebut dapat dilihat pada dua sisi (depan dan bbelakang). Sungguh unik sekali bukan. Pada salah satu sisi wall, terdapat tulisan tak terlalu besar namun sangat menyemangati. “KERASLAH TERHADAP SEGALA BENTUK KEMALASAN, KBODOHAN DAN TIDAK BERBUAT APA-APA (Rita Widyasary)”

Air Terjun Kedang Ipil

Air terjun Kedang Ipil atau disebut juga Air Terjun Kendua terletak di Desa Kedang Ipil Kecamatan Kota Bangun. Lokasinya berada lebih kurang 72 km dari Kota Tenggarong dan 59 km dari ibukota Kecamatan Kota Bangun. Air terjun ini memiliki 3 tingkat dengan ketinggian mencapai 5 meter dan lebar lebih kurang 20 meter. Air terjun ini tidaklah tinggi namun jika dimusim hujan atau jika air pasang, maka dapat menjadi tempat arung jeram sejauh 10 Km. Di sekitar air terjun terhampar hutan yang masih alami dan mendukung keindahan panorama air terjun Kedang Ipil.
Dari Samarinda ke SP 6 Kota Bangun menggunakan Bus dengan tarif Rp. 21.000,- / orang. Sampai di simpang SP 6, kemudian melanjutkan perjalanan dengan menggunakan ojek dengan tarif Rp. 50.000,- / orang. Untuk menuju lokasi Air Terjun pengunjung berjalan kaki sejauh 1 Km. Dari Tenggarong ke SP 6 Kota Bangun menggunakan Bus dengan tarif Rp. 15.000,- / orang. Tiba di simpang SP 6, dapat melanjutkan perjalanan dengan menggunakan ojek dengan tarif Rp. 50.000,- / orang. Kemudian untuk menuju lokasi Air Terjun pengunjung berjalan kaki sejauh 1 Km untuk menuju Air Terjun tersebut. Dengan mobil rental, langsung tiba di tempat tujuan dan berjalan kaki sejauh 1 Km. Harga tarif mobil rental adalah Rp. 400.000,- / mobi

Museum Mulawarman Tenggarong

Museum Mulawarman adalah istana dari Kesultanan Kutai Kartanegara dibangun pada tahun 1963 sebagai pengganti Istana sebelumnya yang terbakar dan diresmikan pada tanggal 25 November 1971 oleh Gubernur Abdul Wahab Syahranie, lalu diserahterimakan kepada Departemen Pendidikan dan Kebudayaan tanggal 18 Februari 1976
Kini telah dibangun Balai Kedaton sebagai tempat kediaman Sultan Aji Muhammad Salehuddin II yang telah dinobatkan kembali pada tahun 2002. Di dalam lingkungan Istana kesultanan terdapat pemakaman keluarga kerabat Kerajaan Kutai Kartanegara serta Masjid Jami' Aji Amir Hasanuddin sebagai saksi masuknya Islam di Kutai.
Di dalam Museum Mulawarman tersimpan benda-benda sejarah yang pernah digunakan oleh Kesultanan seperti Singgasana, Tempat Peraduan, Pakaian Kebesaran, Tombak, Keris, Meriam, Kalung dan Prasasti Yupa serta Koleksi Keramik Cina. Setiap tahun dilaksanakan Upacara Erau, yaitu tarian Khas Kedaton Upacara Adat dan Mengulur Naga di Desa Kutai Lama. Dimana pada setiap pelaksanaan Erau juga ditampilkan atraksi Seni Budaya baik berupa Tarian Tradisional dan Upara Adat dari berbagai Suku lainnya di Indonesia serta mancanegara.
Museum Mulawarman terdiri dari dua lantai. Di lantai bawah terdapat koleksi keramik Cina. sedangkan lantai 1 berisi koleksi peninggalan bercorak kesenian. Di belakang museum, pengunjung bisa berbelanja cenderamata khas budaya Dayak, batu perhiasan, maupun cendera mata lainnya.

Bukit Biru adalah salah satu kelurahan di wilayah Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur, Indonesia. Kelurahan ini sebelumnya adalah sebuah desa transmigrasi yang berasal dari Jawa Tengah dan Jawa Timur. Sebagian besar penduduknya bekerja di sektor pertanian khususnya padi sawah.

Tempat ini bisa menjadi salah satu objek wisata bagi anda, menikmati terbit dan tenggelamnya matahari. Dengan hamparan hutan hijau yang nyaman dipandang. Namun anda harus mempersiapkan stamina yang super ekstra karna untuk berada dipuncak gunung tersebut harus menaiki tanjakan yang lumayan terjal.

pulau kumala

Pulau Kumala merupakan daerah delta di Sungai Mahakam yang memanjang di sebelah Barat Kota TenggarongKabupaten Kutai Kartanegara. Dimulai pada tahun 2000, Pulau Kumala dibangun menjadi kawasan wisata. Namun sejak Bupati Syaukani Hasan Rais yang membangun pulau ini, terjegal kasus korupsi pada tahun 2006, pembangunan Pulau Kumala menjadi mangkrak.

Objek wisata Pulau Kumala yang terletak di tengah Sungai Mahakam merupakan taman rekreasi perpaduan antara teknologi modern dan budaya tradisional. Pulau seluas 76 hektare ini dulunya adalah lahan tidur dan semak belukar. Saat ini, sebagian area sudah dilengkapi dengan berbagai fasilitas seperti sky tower setinggi 100 meter untuk menikmati keindahan dari udara, kereta api mini area permainan dan kereta gantung yang menghubungkan dengan daratan.

Jumat, 05 Mei 2017

Lagu Kutai Kalimantan Timur "Aku Menyanyi"





Lagu Rakyat Kalimantan Timur
Kutai Kartanegara "Aku Menyanyi"

 Nyanyian rakyat adalah karya seni yang memiliki makna tertentu yang terdapat di wilayah Nusantara, nyanyian rakyat tersebut muncul dan populer sebagai salah satu seni di berbagai suku-suku di wilayah Nusantara. Istilah seni selalu berkaitan dengan keindahan. Seni adalah penciptaan segala hal atau benda yang karena keindahan bentuknya orang senang melihat dan mendengarnya, membuat seni merupakan wujud ekspresi dari suatu ide atau gagasan.
            Melalui seni musik banyak hal yang bisa kita dapatkan mulai dari ciri khas alunan musik daerah tersebut, suasana bahkan keadaan alam yang ada di daerah itu, aktivitas masyarakat dan lain-lain. Berikut ini adalah sedikit pengetahuan saya mengenai nyanyian rakyat yang beberapa lirik di lagu tersebut sangat kental menggambarkan suasana alam nyanyian itu berasal tentunya dengan menerjemahkan beberapa lirik yang khas menggunakan bahasa Kutai “Aku Menyanyi” lagu khas Kalimantan Timur yang berasal dari suku Kutai lagu yang sangat indah dengan lirik musiknya di iringi alunan nada-nada merdu.

Aku Menyanyi
Endak endaklah mendi endaklah mendi panasnya hari
Mendi mendi dibatang mendi di batang airnya keroh
Gubang gubang tambangan gubang tambangan membawa jukut
Jukut nyaman dipanggang nyaman dipanggang gangganya terong

Lagu ini lagu mainan, lagu ini lagu sindiran
Jangan heran etam mendengar
Lagu ini lagu mainan, lagu ini lagu sindiran
Hibur hati dengar aku menyanyi

Wadakleh urang seberang urang seberang menggangan asam
Namun etam di sini etam disini manggangan kacang
Putih bunga melati bunga melati harum baunya
Setangkai  kupetik aduh sayang tinggal daunnya

Lagu ini lagu mainan, lagu ini lagu sindiran
Jangan heran etam mendengar
Lagu ini lagu mainan, lagu ini lagu sindiran
Hibur hati dengar aku menyanyi

Terjemahan:
Mau maulah mandi mau mandi panas sekali hari
mandi mandi dibatang mandi di batang airnya keruh
perahu perahu tambangan perahu tambangan membawa ikan
ikan enak dipanggang enak dipanggang sayurnya terong

ini lagu lagu mainam, ini lagu lagu sindiran
Jangan heran kita mendengar
ini lagu lagu mainan, ini lagu lagu sindiran
Hibur hati dengar aku menyanyi

aduhai orang seberang orang seberang bikin sayur asam
Namun kita di sini kita disini bikin sayur  kacang
Putih bunga melati bunga melati harum baunya
Setangkai kupetik aduh sayang tinggal daunnya
 ini lagu lagu mainan, ini lagu lagu sindiran
Jangan heran kita mendengar
ini lagu lagu mainan, ini lagu lagu sindiran
Hibur hati dengar aku menyanyi.

“Mendi-mendi di batang” jika di perhatikan dari lirik lagu ini sangatlah menggambarkan suasana di tempat tersebut. Kalimantan Timur yang kita bahas ini adalah daerah yang sumber daya alamnya sangatlah melimpah terutama hutannya, dan sungai terpanjangnya yaitu Sungai Mahakam. Lirik ini secara tidak langsung menggambarkan aktifitas dan lingkungan di daerah Kaliamntan Timur khususnya mereka yang tinggal di pesisir atau ditepi sungai Mahakam khususnya Suku Kutai. Bahari, orang-orang yang tinggal ditepi sungai Mahakam  sering bahkan sudah menjadi rutinitas mandi dipinggiran sungai Mahakam diatas batang-batang  yang menjadi pondasi belakang rumah.
            Dahulu anak-anak mereka pun mandi di pinggiran sungai berenang  sembari bermain di atas batang-batang kayu yang hanyut di sungai, dahulu pemandangan ini sangatlah mudah untuk di dapatkan namun tidak untuk zaman sekarang. Kalimantan terutama Kalimantan Timur adalah salah satu penghasil kayu terbesar di Indonesia itulah sebabnya dipinggiran sungai Mahakam sangat banyak sekali batang-batang kayu pohon hanyut bahkan menepi di pinggiran sungai, salah satu bukti bahwa Kalimantan adalah penghasil kayu terbesar di Indonesia dengan berdirinya perusahaan kayu ternama yaitu “Kalimanis” perusahaan plywood terbesar di Kalimantan itu diresmikan langsung oleh presiden  ke-2 Indonesia  yaitu Bapak Soeharto.
            Perusahaan ini diresmikan pada tanggal 01 Agustus 1977, perusahaan kayu asal Amerika yang dikenal dengan George Pasific (GP) yang kemudian diambil alih oleh regim orde baru , dan di ubah nama menjadi PT. Kalimanis.

            “Gubang gubang tambangan” dialiri sungai yang sangat panjang orang dahulu menggunakan perahu dalam aktivitas kesehariannya disungai Mahakam, mulai untuk mencari ikan, alat transportasi untuk menyeberangi sungai dan lain-lain. Sebagai alat untuk menahan perahu pada saat menepi di pinggiran sungai di gunakan tali yang lumayan besar ukurannya biasa disebut tali tambang, sepintas menurut saya itulah asal mula dari nama perahu atau alat transportasi sungai Mahakam yang hingga kini kami kenal dengan sebutan Tambangan. Seiring perkembangan zaman alat transportasi ini semakin berkurang peminatnya bahkan banyak penduduk sekitar yang dahulu menjadikan tambangan ini sebagai mata pencaharian beralih ke pekerjaan lain karena beberapa faktor. Antara lain: berkurangnya masyarakat yang ingin menggunakannya, pembangunan jalan darat yang semakin lama semakin berkembang di dukung dengan adanya transportasi darat yang seiring waktu makin banyak bermunculan dan semakin mahalnya bahan bakar minyak yang digunakan untuk mesin tambangan.
            “Gubang tambangan membawa jukut” kita medapatkan setidaknya sedikit gambaran di zaman bahari masyarakat Kalimantan Timur terutama yang tinggal di pesisir sungai Mahakam  sering melaukan berbagai aktivitas di sungai, mulai dari menangkap ikan untuk kebutuhan sehari-hari atau untuk kebutuhan ekonomi. Semakin kuat dugaan saya bahwa lagu ini di ciptakan oleh masyarakat Kalimantan Timur yang bermukim atau tinggal di pesisir sungai Mahakam. Karena dari beberapa lirik menggambarkan bahkan bisa dikaitkan dengan sungai mulai dari jukut (ikan), tambangan (perahu),  air keroh (air yang keruh), mendi (mandi) di batang, dan urang seberang (orang seberang) yang menunjukkan jarak wilayah yang dibatasi oleh sungai karna besebrangan dan dipisahkan oleh sungai Mahakam.
            Jika mendengar lagu ini sungguh hanya ada rasa riang gembira dalam alunan nada lirik lagunya seperti orang yang sedang menghibur diri dengan menyanyi sembari melihat aktivitas-aktivitas di pesisir sungai menikmati alam sekitar alam warga pesisir sungai Mahakam.





 Referensi:

Margono Try Edi, Aziz Abdul. 2010. Mari Belajar Seni Rupa. Jakarta: Pusat Perbukuan.